Wamenhan : Perang Melawan Covid-19, Bagian dari Bela Negara

Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI), Letjen Muhammad Herindra. (Foto : Kemenhan RI)

Jakarta, beritajuara.id-Bela Negara merupakan kewajiban bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa pengecualian karena kedaian dan ketenteraman saat ini merupakan sebuah anugerah yang tidak didapatkan secara mudah, melainkan melalui pertumpahan darah para pejuang Indonesia. Tetapi membela negara tidak saja hanya dalam wujud perang bersenjata, melainkan juga dalam perang melawan Covid-19  dengan berbagai cara dan daya yang dimiliki oleh setiap individu.

Demikian disampaikan Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI), Letjen Muhammad Herindra, saat memberikan kuliah umum dengan materi Kepemimpinan dan Semangat Bela Negara Wujudkan Sumber Daya manusia Tangguh kepada mahasiswa baru Universitas Gunadarma Angkatan 2021yang dilakukan secara daring dari Kemenhan RI, Jakarta, Rabu (28/7/2021).

“Membela negara bukan hanya dalam wujud perang bersenjata, melainkan juga dalam perang melawan COVID-19 dengan berbagai cara dan daya yang dimiliki tiap-tiap individu. Dimana hal paling mudah yang dilakukan dengan selalu menaati anjuran, himbauan, serta peraturan yang ditetapkan pemerintah, yaitu untuk tetap tinggal di rumah. Berdiam di rumah adalah selamat dan menyelamatkan,” jelas Herindra.

Herindra menekankan, generasi muda harus memiliki sikap patriotik dalam membela negara Indonesia, berlandaskan tiga dasar pemikiran yakni Cyber War sebagai salah satu ancaman yang bersifat multidimensional, ancaman pandemi Covid-19 dan imbasnya pada dunia pendidikan serta Kesadaran dalam mentaati hukum yang merupakan salah satu fondasi dari konsepsi bela negara.

Bela negara, kata Herindra, merupakan sebuah kewajiban bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa pengecualian, karena kedamaian dan ketentramaan saat ini merupakan sebuah anugerah yang tidak didapatkan secara mudah, melainkan melalui pertumpahan darah, tangisan, dan jeritan pejuang-pejuang Indonesia.

Menurut Herindra, salah satu unsur dari bela negara adalah mengembangkan sikap disiplin dan rajin belajar agar di era pandemi ini tidak meninggalkan kelompok “generasi yang hilang” atau the lost generation. Sebaliknya, kedisiplinan diri dengan semangat belajar yang tinggi, lanjutnya, akan memunculkan sumber daya manusia yang cerdas.

Sedangkan manfaat lainnya dari perwujudan bela negara bagi generasi muda, kata Herindra, antara lain, membentuk sikap disiplin baik waktu, aktivitas, dan pengaturan kegiatan lainnya. “Kemudian membentuk jiwa kebersamaan dan solidaritas antar sesama rekan seperjuangan, membentuk mental maupun fisik yang tangguh, menanamkan rasa kecintaan pada bangsa serta patriotisme sesuai dengan kemampuan diri,” jelasnya.

Herindra menambahkan semangat bela negara juga melatih jiwa leadership dalam memimpin diri sendiri maupun kelompok, membentuk iman dan taqwa pada agama yang dianut oleh individu, berbakti pada orang tua, bangsa, agama, melatih kecepatan, ketangkasan, ketepatan individu dalam melaksanakan kegiatan, menghilangkan sikap negatif seperti malas, apatis, boros, egois, serta tidak disiplin, membentuk perilaku jujur, tegas, adil, tepat, dan kepedulian antar sesama. (kris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *