Update Terbaru Dampak Erupsi Gunung Merapi

Magelang, BeritaJuara – Aktivitas Gunung Merapi yang meningkat pada Rabu malam hingga Kamis, 10 Maret 2022, pukul 22.07 WIB, dengan jarak luncur 5 Km mengakibatkan hujan abu di sejumlah wilayah di Kabupaten Magelang.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan hujan abu terpantau di sejumlah wilayah di Kabupaten Magelang, yakni di Kecamatan Sawangan yang meliputi Pos Pengamatan Gunungapi Babadan, Desa Tlogolele, Desa Ketep, Desa Jati, Desa Soronalan, dan Desa Gantang.

Selain itu, hujan abu terjadi di Desa Paten, Desa Sengi, dan Desa Krinjing, semuanya berada di Kecamatan Dukun, Magelang. Untuk di Kabupaten Klaten hujan, abu vulkanik hanya mengguyur satu desa, yakni Balerante yang berada di Kecamatan Kemalang.

Sebanyak 193 orang jiwa sudah dievakuasi mandiri ke titik kumpul di Teras Merapi dan pertigaan Kalitengah Kidul, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan.

Mereka yang dievakuasi terdiri dari kelompok rentan, di antaranya ibu hamil, anak-anak, lansia.

Sementara sebagian warga Dusun Ngrangkah dan Pelemsari sudah dievakuasi ke titik kumpul Umbulharjo, Cangkringan.

Lahan pertanian milik warga di lereng Merapi, wilayah Kabupaten Magelang juga terdampak hujan abu. Kondisi ini mengancam panenan petani karena banyak tanamannya ambruk terkena abu vulkanik.

Seperti dikutip dari detikjateng, hujan abu dari Gunung Merapi terjadi di wilayah Desa Paten dan Krinjing, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Untuk wilayah ini diperkirakan jaraknya sekitar 5 km dari puncak Gunung Merapi.

Para petani cabai terpaksa harus mencuci panenannya. Demikian juga tanaman sayuran yang sedang tumbuh harus dibersihkan.

Bahkan cabai maupun tomat yang siap panen sebulan lagi juga terkena abu vulkanik. Abu menempel baik di buah maupun dedaunan. Untuk itu, petani hanya pasrah dan terancam gagal panen.

Nur Yamni, warga Dusun Babadan 1, Desa Paten, Kecamatan Dukun, mengatakan tanaman cabai miliknya ditanam di lahan sekitar patang kesuk atau sekitar 10.000 meter persegi. Cabai tersebut sudah mulai berbuah dan diperkirakan sebulan lagi panen. Namun karena terkena hujan abu, tanaman cabai banyak yang ambruk tidak kuat menahan tebalnya abu.

“Tanaman itu pada ambruk. Buahnya banyak, terus terkena abu, tanaman nggak kuat,” katanya.

Hal berbeda dilakukan petani Eni, warga Desa Krinjing. Ia terlihat tengah membersihkan abu di tanaman kol dan cabai. Demikian juga di tanaman tomat, abu vulkanik juga menempel di dedaunan. Bahkan, tanaman terlihat memutih.

“Kami berharap segera turun hujan agar abu bersih,” tuturnya.

Hujan abu dampak erupsi Gunung Merapi juga melanda 10 desa di Kecamatan Dukun dan Sawangan, Kabupaten Magelang. Hujan abu berdampak kepada warga yang terpaksa mencuci rumput untuk pakan ternak akibat terkena abu vulkanik.

“Rumput ini (terkena abu) jika langsung dikasih hewan sapi bisa berbahaya. Karena makannya kurang lahap jadi mau nggak mau harus dicuci,” kata salah satu peternak sapi warga Jombong, Desa Paten, Suparjo (35). (Yusep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.