Transformasi Budaya Kerja Hadapi Era 4.0, Balitbang Kemendagri Ikut Kementerian BUMN Internalisasi Nilai Ber-AKHLAK

Bogor, BeritaJuara – Setelah Kementerian BUMN dipimpin Erick Thohir mempopulerkan konsep dan nilai-nilai Ber-AKHLAK, kini giliran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ikut menyosialisasikan.

Setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) mesti menerapkan nilai-nilai Ber-AKHLAK dalam setiap menjalankan tugasnya. Upaya ini diyakini mampu menciptakan cara kerja baru untuk menghadapi tantangan di era 4.0.

Demikian disampaikan Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Eko Prasetyanto dalam diskusi bertajuk “Pemantapan Kompetensi SDM Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri”, Jumat (25/2/2022). Kegiatan yang berlangsung di Bogor, Jawa Barat, ini digelar hingga Sabtu (26/2/2022).

Acara yang dihadiri oleh seluruh pejabat dan staf di lingkungan Badan Litbang Kemendagri tersebut, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman aparatur terhadap nilai-nilai BerAKHLAK. BerAKHLAK merupakan singkatan dari beberapa nilai utama yang menjadi landasan kerja abdi negara. Nilai tersebut di antaranya Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

“Nilai-nilai BerAKHLAK menjadi fondasi kerja kita untuk melayani masyarakat, bangsa, dan negara,” ucap Eko.

Lebih lanjut Eko mengatakan, kegiatan kali ini merupakan bagian dari momentum untuk menyatukan pikiran dan lebih mendalami nilai-nilai tersebut.

“Ini dapat menjadi momentum kita untuk meningkatkan kebersamaan. Kita perlu kebersamaan dan kolaborasi. Kita tidak mungkin dapat bekerja sendiri-sendiri. Kita mesti satu pikiran,” katanya.

Pentingnya ASN menjalankan nilai BerAKHLAK juga ditekankan Deputi Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Lembaga Administrasi Negera (LAN) Tri Widodo yang menjadi salah satu narasumber pada sesi diskusi. Dia misalnya menyoroti salah satu nilai BerAKHLAK yakni kompetensi. Ia mengatakan, kompetensi menjadi keniscayaan untuk ASN di Badan Litbang Kemendagri yang diisi oleh para analis kebijakan.

Tri menjelaskan, sebagai seorang analis dibutuhkan beberapa kompetensi. “Seperti kompetensi pengetahuan, baik berupa teori atau pengalaman yang relevan, kompetensi analisis, dan kompetensi membuat bahan kebijakan, Kompetensi-kompetensi ini menjadi keharusan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Tri meyakini nilai-nilai yang terangkum dalam BerAKHLAK akan membawa dampak besar untuk kemajuan Indonesia. “Kalau (nilai-nilai) ini sudah menjadi dasar kita, semoga nanti ketika 100 tahun Indonesia merdeka, negara kita sudah menjadi negara yang maju dan sejahtera,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.