Tracing Digital, Panglima TNI Serahkan 63 Ribu Laptop Kepada Bintara Pembina TNI

Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, secara simbolis menyerahkan 63.000 laptop kepada bintara pembina dari 3 matra TNI (AD,AL,AU) di Aula Gatoto Soebroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (27/72021). (Foto : Puspen TNI)

Jakarta, beritajuara.id-Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto menyerahkan 63.000 laptop kepada  Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI AD, Bintara Pembina Potensi Maritim (Babinpotmar) TNI AL, dan Bintara Pembina Potensi Dirgantara (Babinpotdirga) TNI AU untuk melaksanakan tugas sebagai tenaga Tracer Digital Covid-19.

Penyerahan 63.000 laptop kepada Bintara Pembina dari tiga matra ini secara simbolis diserahkan di Aula Gatot Soebroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (27/7/2021).

Panglima TNI mengatakan bahwa laptop ini merupakan  peralatan yang harus digunakan dan harus dikuasai karena ini adalah senjatanya para Babinsa, Babinpotdirga dan Babinpotmar. Menurutnya, penguasaan teknologi penting dikuasai oleh para Bintara Pembina Desa untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Oleh karena itu, lanjutnya, para Babinsa, Babinpotdirga dan Babinpotmar diberikan pelatihan sebagai tenaga tracer digital.

Panglima TNI mengatakan, para Babinsa yang menjadi tenaga tracer akan melakukan wawancara kepada warga yang diduga menjalin kontak erat dengan pasien Covid-19.

“Tracer Digital nantinya akan melaksanakan wawancara melalui WhatsApp (WA) atau telpon dengan beberapa pertanyaan yang telah disiapkan. Namun bila ada kendala maka tenaga tracer lapangan akan bergerak menuju sasaran yaitu masyarakat yang dikonfirmasi masuk pada tracing kontak erat,” terangnya.

“Data hasil wawancara kemudian akan dicatat dalam sebuah formulir yang telah disiapkan, selanjutnya para Babinsa yang menjadi tenaga tracer akan berkoordinasi dengan Puskesmas untuk melaksanakan tindakan berikutnya yaitu melaksanakan entry test dengan antigen, untuk mengetahui apakah masyarakat tersebut menunjukan gejala reaktif atau tidak,” tuturnya.

Pekerjaan para Babinsa sebagai tenaga tracer digital ini, kata Panglima TNI, sangat penting  dalam memutus birokrasi yang begitu panjang. “Para Babinsa, Babinpotmar dan Babinpotdirga merupakan garda terdepan  yang harus mampu untuk melaksanakan upaya memitigasi atau memotong rantai penularan sampe angka paling rendah,” tegas Panglima TNI.

Panglima TNI berharap mulai minggu depan para tenaga tracer digital dan tracer lapangan dari TNI sudah dapat berjalan dengan baik sehingga dapat menekan kasus Covid-19.

“Saya sampaikan bahwa menjadi tenaga tracer digital dan tracer lapangan adalah tugas mulia yang diberikan oleh pemerintah bagi para Babinsa, Babinpotmar dan Babinpotdirga  dan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya diluar tugas rutin seperti pembagian sembako,” pungkasnya. (kris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.