Stafsus Kemenkeu : 140 Juta Jiwa Sudah Dapat Jaringan Pengaman Sosial

Stafsus Kemenkeu
Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo

Jakarta,beritajuara.id – Staf Khusus Menteri Keuangan (Stafsus Kemenkeu), Yustinus Prastowo, mengatakan sebanyak 40 juta kepala keluarga (KK) atau sekitar 140 juta jiwa rakyat Indonesia sudah mendapatkan jaringan pengaman sosial dengan beragam skema.

Stafsus Kemenkeu, Yustinus Prastowo, mengatakan hal ini dalam press realease Satgas Penanganan Covid-19, Minggu (1/8/2021). “Sebanyak 40 Juta KK atau sekitar 120-140 juta jiwa di seluruh Indonesia saat ini sudah mendapatkan jaring pengaman sosial dengan beragam skema,” ujar Yustinus.

Yustinus mengatakan jaringan pengaman sosial dalam beragam skema itu merupakan bagian dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dalam program PEN ini, lanjutnta, sudah banyak bantuan keuangan yang digelontorkan pemerintah kepada masyarakat.

“Untuk bantuan produktif bagi UMKM berupa modal, subsidi bunga dan penundaan pembayaran kredit bisa menghubungi Kementerian Koperasi dan UKM, lembaga keuangan seperti Pegadaian, bank-bank BUMN, dan lain-lain. Kemudian untuk intensif perpajakan bisa menghubungi Ditjen Pajak Kemenkeu, sedangkan bantuan-bantuan lain tersebar di berbagai kementerian dan lembaga lainnya,” jelas Yustinus.

Pemerintah, kata Yustinus, terus memperkuat stimulus ekonomi kepada pelaku UMKM dan industri, juga memperkuat perekonomian masyarakat kelas menengah ke bawah dengan menggelontorkan jaring pengaman sosial dengan beragam skema dan saluran. “Sektor yang masih bisa bergeliat, kami fasilitasi. Sedangkan sektor yang terdampak berat, kita beri dukungan,” ujarnya.

Menurut Yustinus, pemerintah hadir melalui program PEN demi menstimulasi perekonomian nasional, mempertahankan daya beli masyarakat, serta menyokong sektor perekonomian penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) seperti sektor UMKM dan lainnya.

Tren perekonomian Indonesia, kata Yustinus, sudah menunjukkan ke arah kebijakan yang tepat dalam menangani pandemic Cocid-19 ini. “Saat ini kita fokus dengan penanganan kesehatan dan di saat bersamaan mengatasi dampak sosial ekonomi akibat COVID-19. Di saat seperti ini, negara hadir mengambil alih sebagian besar tanggung jawab perekonomian dengan meluncurkan berbagai stimulus ekonomi,” ujarnya. (kris)

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.