Sekjen Kemenhan : Potensi Ancaman Terhadap Negara Meningkat

Sekjen Kemenhan RI, Marsdya Donny Ermawan, saat jadi nara sumber Diskusi Panel Bidang Studi Hankam Program Reguler Angkatan (PPRA) LXII Lemnahas, Jumat(30/7/2021). (Foto : Kemenhan RI)

Jakarta, beritajuara :  Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Sekjen Kemenhan RI), Marsdya TNI Donny Ermawan, mengungkapkan potensi dan resiko ancaman terhadap eksistensi terhadap negara dan bangsa Indonesia diprediksi akan meningkat secara drastis seiring dengan peningkatan dinamika keamanan baik di tataran global, regional maupun nasional.

Sekjen Kemenhan, Masdya TNI Donny Ermawan mengatakan hal ini pada Diskusi Panel Bidang Studi Hankam Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXII Lemhannas dengan tema “Pengembangan Strategi Doktrin Untuk Membangun Postur Pertahanan Yang Efektif” yang dilaksanakan secara virtual, Jumat (30/7) di Kementerian Pertahanan, Jakarta.

Mengantisipasi ancaman tersebut, kata Donny, pembangunan postur pertahanan harus diarahkan pada peningkatan kemampuan pertahanan negara yang diwujudkan dalam bentuk kebijakan pembangunan postur pertahanan negara yang bercirikan Sishamkamrata.

“Postur pertahanan negara kita adalah bercirikan Sishamkamrata artinya kesemestaan ini yang menjadi ciri khas kita. Kalau boleh dibilang doktrin, ini adalah doktrin kita yang kita anut, bagaimana kita menggunakan seluruh Sumber Daya Nasional kita untuk upaya pertahanan Negara,”” jelas Donny.

Donny menambahkan kebiijakan pembangunan postur pertahanan negara diselenggarakan dengan mensinergikan segenap kekuatan pertahanan yaitu pertahanan militer dan pertahanan non militer yang berbasis perlawanan tidak bersenjata dengan melibatkan seluruh sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya buatan serta sarana prasarana nasional lainnya.

Terkait dengan pengelolaan sumber daya nasional untuk pertahanan negara, kata Donny, sudah memiliki dasar hukumnya yaitu Undang Undang Nomor 23 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional Untuk Pertahanan Negara, yang bertujuan untuk mentransformasikan sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya buatan dan sarana prasana nasional agar menjadi kekuatan pertahanan negara yang siap digunakan untuk kepentingan pertahanan negara.

Menurut Donny, pengelolaan sumber daya nasional untuk pertahanan negera dipersiapkan secara dini untuk menghadapi tiga jenis ancaman yakni ancaman militer, ancaman non militer dan atau ancaman hibidra.

Menghadapi perkembangan situasi dan dinamika keamanan di lingkungan stratgis saat ini, kata Donny,  Kemhan juga harus mampu adaptable dengan perubahan lingkungan strategis yang sangat cepat dan dinamis, melakukan antisipasi terhadap ancaman dengan cara meningkatkan kesiapan TNI. (kris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.