RS Modular Pertamina Tanjung Duren Siapkan 800 Nakes Rawat Pasien Covid-19

Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina,, Mulyono, saat meninjau langsung kemajuan pembangunan RS Modular Tanjung Duren pada Rabu (28/7/2021). (Foto : dok.Pertamina)

Jakarta,beritajuara.id-Pembangunan rumah sakit modular rujukan milik Pertamina di Tanjung Duren, Jakarta Barat, mencapai kemajuan signifikan hingga 65 %. Ditargetkan, rumah sakit modular ini mulai beroperasi Agustus dan 800 tenaga kesehatan (nakes) siap melayani pasien Covid-19.

Demikian disampaikan Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina, Mulyono saat meninjau langsung kemajuan pembangunan RS Modular Tanjung Duren pada Rabu (28/7), lalu.

“Progress pembangunan signifikan, sejumlah fasilitas sudah selesai dan kita berharap segera beroperasi di bulan Agustus untuk melayani masyarakat yang terpapar COVID-19 dan membutuhkan perawatan intensif,” ujar Mulyono.

Progres pembangunan rumah sakit modular ini  terus berjalan dan mencapai kemajuan signifikan hingga 65%. Terlihat dengan penyelesaian pemasangan sandwich panel, atap hingga interior gedung  yang akan menjadi ruang IGD ICU. Demikian pula dengan gedung untuk ICU VIP yang telah selesai dengan pemasangan modular, atap dan interior. 

Sementara untuk gedung lainnya yang akan diperuntukkan sebagai ruang IGD Non ICU dan ruang Non ICU sedang tahap pengerjaan sandwich panel, modular, atap, dan interior. 

Direktur Utama PT Patra Jasa, Putut Ariwibowo menyampaikan sampai dengan saat ini pembangunan rumah sakit modular ini inline dengan target yang direncanakan. “Kami terus berupaya siang dan malam merampungkan pembangunan RS Modular agar dapat segera digunakan oleh masyarakat Indonesia,” ujar Putut.

Sementara Direktur Utama Pertamedika IHC dr. Fathema Djan Rachmat menambahkan kelebihan RS ini adalah adanya pelayanan ibu Hamil, anak-anak ataupun bayi baru lahir yang terkena Corona, sehingga fasilitasnya akan lebih lengkap dibandingkan rumah sakit modular di Simpruk. 

“Tenaga kesehatan (nakes) yang akan diperkerjakan di RS modular Tanjung Duren diperkirakan sekitar 800 orang, baik dokter spesialis, umum, perawat ruang isolasi, perawat ruang ICU, apoteker, maupun tenaga radiologi, teknisi, dan nakes lainnya,” jelas dr. Fathema.

Untuk memastikan kebutuhan oksigen terpenuhi, Pertamina akan menempatkan 2 ISO Tank di RS Modular Tanjung Duren. Saat ini masih dalam proses pengecoran beton sebagai fondasi penempatan tangki. (kris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.