Pemerintah Provinsi Banten Akan Bangun Kembali 70 Rumah Warga Yang Rusak Akibat Banjir Serang

Serang, BeritaJuara – Pemerintah Provinsi Banten akan membantu membangun kembali rumah warga yang rusak akibat banjir yang menerpa Kota Serang pada 1 Maret 2022 dini hari.

Dari sekitar 165 rumah yang rusak, 70 di antaranya bakal dibantu pembangunannya oleh Pemprov Banten dari anggaran Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.

“Untuk tahap rehabilitasi darurat diputuskan provinsi membantu 70 rumah, 40 di Kota Serang dan 30 di Kabupaten Serang,” kata Asda 1 Pemprov Banten Septo Kalnadi kepada wartawan, Selasa (8/3/2022).

Model rumah yang akan dibangun adalah rumah berukuran 6×6 meter. Namun, kata Septo, Pemprov Banten meminta Pemkot Serang untuk merelokasi rumah rusak yang berada di sepadan Sungai Cibanten.

“Yang jadi kendala nanti status tanah, tidak boleh ada bangunan 10-15 meter dari badan sungai. Mungkin akan ada pertimbangan merolokasi ke tempat aman,” ujar Septo.

Septo menyebut bahwa kewenangan pencarian lokasi pembangunan rumah tersebut diserahkan ke Pemda setempat. Menurutnya, status tanah yang bakal menjadi lokasi pembangunan rumah itu tidak boleh yang sedang bersengketa.

“Kalaupun tanah negara yang merupakan fasilitas umum, fasilitas sosial nanti pihak pemkot. Kalau buat di situ (di bantaran Cibanten), itu juga salah kita,” ucapnya.

Menurut Septo, pada tahun ini Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3) sedang membuat DED (detail engineering design) normalisasi Cibanten. Dia menyebut DED itu nanti akan diuji ke publik dan harapannya bisa mengendalikan banjir.

Selain itu, baik Pemprov Banten, Pemkot Serang dan BBWSC3 juga sedang membagi kewenangan untuk pengerukan sedimentasi Sungai Cibanten. Salah satunya bagaimana mengelola kanal di kawasan wisata religi di Banten Lama.

Karena menurut Septo, aliran kanal di kawasan tersebut belum sampai ke laut. Dinas Perkim Banten sebagai pengelola tahun ini diminta segera melakukan pengerjaan kanal.

“Balai besar juga sekarang masih bekerja terutama untuk sampah numpuk,” pungkasnya. (Yusep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.