Pelajar Madrasah Bagian Penting Transformasi Digital

Direktur Jenderal Aplikasi Imformatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Samuel Abrijani Pangerapan (foto : Kemenkominfo)

Jakarta, beritajuara.id-Pelajar madrasah adalah bagian penting dalam proses mewujudkan transformasi digital di Indonesia.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Dirjen Aptika), Samuel Abrijani Pangerapan dalam Webinar Madrasah #Makin Cakap Digital dari Jakarta, Rabu (4/8/2021).

“Acara hari ini, rekan-rekan madrasah yang ada di seluruh Indonesia berkumpul secara virtual untuk saling berbagi dan berdiskusi tentang mengapa dan bagaimana madrasah dapat turut serta menyukseskan agenda transformasi digital yang saat ini sedang berjalan,” ujar Samuel di hadapan pelajar madrasah di 34 provinsi di Indonesia.

Samuel mengatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai agenda transformasi digital, salah satunya Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD).

“GNLD ini kami jalankan karena kita sedang dalam proses tranformasi digital. Kita ketahui, kunci kesuksesan dalam tranformasi digital adalah menyiapkan manusianya, SDM-nya. Karena kalau tidak, kita hanya akan menjadi penonton,” jelasnya

Dalam proses transformasi digital, kata Samuel, Indonesia membutuhkan banyak tenaga ahli digital. Untuk memenuhi kebutuhan itu, lanjutnya, Kementerian Kominfo berkomitmen menghasilkan 600 ribu talenta digital setiap tahun.

“Untuk itu kita perlu membangun kesadaran kolektif dan juga kecerdasan kolektif, maka tujuan daripada Gerakan Nasional Literasi Digital ini agar masyarakat kita siap dalam menghadapi era baru, yaitu era digital dan mereka harus semakin produktif,” tandas Semuel.

Presiden Joko Widodo, kata Samuel, telah meluncurkan Program Literasi Digital Nasional (LDN) pada 20 Mei 2021 yang lalu. Sejak diluncurkan, LDN telah menjangkau 3.691.028 peserta di 34 provinsi dan 458 kabupaten/kota melalui 5.390 kegiatan.

“Hingga hari ini, program LDN sudah ada 5.390 kegiatan yang kita adakan secara daring. Untuk informasi lengkapnya dari capaian-capaian ini bisa diakses juga oleh masyarakat melalui dashboard.literasidigital.id,” ujarnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Muhammad Ali Ramdhani, memberikan apresiasi atas kerja sama Kementerian Kominfo dan Kementerian Agama dalam menyelenggarakan webinar Madrasah Makin Cakap Digital.

“Saya berterima kasih atas atas kerja sama dan sinergisitas kita bersama agar kemudian kita semua semakin cerdas dan mahir dalam manfaatkan perangkat digital,” ujarnya.

Menurut Dirjen Ali Ramdhani, erevolusi industri 4.0 yang ditandai dengan internet of things, artificial intelligence, big data maupun berbagai bidang lainnya yang juga dipacu dengan terpaan pandemi Covid-19, memaksa setiap orang untuk lebih memanfaatkan dan mengoptimalkan teknologi pada berbagai sektor kehidupan, termasuk sektor pendidikan.

“Dalam kondisi ini, hanya dengan bersahabat dengan teknologi, khususnya teknologi digital kita dapat bersanding dan bertanding dalam menjalani kehidupan kekinian,” jelasnya.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam menilai pembelajaran online dengan menggunakan berbagai platform berbasis internet sudah banyak digunakan di berbagai madrasah. Di sisi lain, pelajar juga perlu memperkuat literasi digital yang bermuara pada penciptaan budaya digital atau digital culture yang sehat dan baik pada masyarakat pendidikan.

“Model interaksi antar insan dalam kehidupan bermasyarakat juga ditopang dengan eksistensi media komunikasi yang berbasis teknologi,” ujarnya.

Menurut Ramdhani, membangun budaya digital tidak hanya tertuju pada persoalan kemampuan untuk memiliki peralatan yang canggih dan modern. Tetapi juga perlu memberikan perhatian lebih pada kesadaran dari setiap insan dan penggerak pendidikan.

“Setiap insan dan penggerak pendidikan juga perlu menggunakan dan menguasai peralatan teknologi informasi dengan baik dan bijak. Tentu saja, dalam implementasinya harus memuat narasi dan konten positif,” jelasnya. (kris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.