Mendagri : Kepala Daerah Terjun Langsung ke Tengah Masyarakat Salurkan Bansos

Mendagri, M.Tito Karnavian, saat memberikan keterangan pers di Istana Presiden, Jakarta, Senin (26/7/2021) (Foto : BPMI Setpres)

Jakarta,-beritajuara.id-Para kepala daerah baik gubernur, bupati, dan wali kota diminta terjun langsung ke tengah masyarakat untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos) di masa Pemberlakuan pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Jika kepala daerah terjun langsung menyalurkan bansos, maka rakyat akan menjadi tenang.

Demikian disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), M.Tito Karnavian, dalam konferensi pers di Istana Presiden, Jakarta, Senin (26/7/2021). “Khusus bansos ini, saya minta betul kepada rekan-rekan kepala daerah, tolong secara simbolik turun ke lapangan,” ujar Tito.

Tito mendorong pemerintah daerah untuk terus mempercepat penyaluran bansos dan mengingatkan para kepala daerah untuk tidak hanya menunggu instruksi dari pemerintah pusat, tetapi juga mengambil langkah inisiatif sendiri.

Menurut Tito, para kepala daerah bisa menggunakan anggaran reguler bansos dan anggaran belanja tidak terduga (BTT) pada APBD untuk menyalurkan bansos ke masyarakat.

“Daerah memiliki kapasitas untuk itu dan daerah memiliki tanggung jawab juga untuk itu, tidak hanya pemerintah pusat. Kenapa ? ┬áKarena ada anggaran. Kita punya data, punya data yang sangat rinci berapa yang sudah dikeluarkan daerah untuk itu. Jangan menunggu dari pusat,” ujarnya.

Masyarakat saat ini, kata Tito, sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah, terutama selama masa PPKM. Ia meminta agar bansos yang disalurkan ditujukan kepada masyarakat yang betul-betul membutuhkan, terutama yang tidak tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) pemerintah pusat.

Tito meminta para kepala daerah  harus mengetahui siapa-siapa saja warga yang paling terdampak pandemi sehingga membutuhkan bantuan. “Rekan-rekan gubernur, bupati, wali kota, gunakan betul anggaran itu, targetkan terutama masyarakat yang tidak termasuk dalam data terpadu kesejahteraan sosial pusat. Langsung eksekusi on the spot, baik dalam bentuk tunai maupun dalam bentuk nontunai,” tandasnya. (kris)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *