KTT Informal APEC Hasilkan Dokumen Kerja Sama Akses Berkeadilan Vaksin Covid-19

Menlu, Retno Marsudi, mendampingi Presiden Joko Widodo mengikuti secara virtual KTT Informal APEC, Jumat(16/7/2021) di Jakarta,

Jakarta, BeritaJuara.id-Presiden Joko Widodo mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Informal Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) secara virtual dari Istana negara, Jakarta, Jumat (16/7/2021). Salah satu dokumen yang dihasilkan adalah kerja sama antar negara dalam mendorong akses berkeadilan yang merata untuk vaksin Covid-19.

Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi kepada wartawan mengatakan KTT APEC kali ini juga menghasilkan dokumen Pernyataan Pemimpin Ekonomi APEC Mengatasi Covid-19 dan Mempercepat Pemulihan Ekonomi.

Retno menambahkan hal-hal penting dari dokumen tersebut antara lain kerja sama untuk mendorong akses yang berkeadilan yang merata untuk vaksin Covid-19, pentingnya pembukaan lapangan kerja baru dan pemulihan ekonomi inklusif, reformasi struktural untuk mendukung adaptasi pekerja dan sektor pelaku bisnis termasuk lewat transformasi digital, perdagangan, investasi, dan integrasi ekonomi kawasan untuk mendorong pemulihan ekonomi.

APEC , kata Retno, sebelumnya telah menyepakati sejumlah komitmen terkait penanganan pandemi dan percepatan pemulihan ekonomi, yaitu deklarasi untuk memfasilitasi pergerakan barang esensial di masa pandemi yang dikeluarkan pada tahun 2020.

Sementara pada tahun 2021, lanjutnya,  APEC juga mengeluarkan pernyataan bersama untuk memfasilitasi sektor jasa yang mendukung pergerakan barang esensial dan pernyataan bersama  mempercepat WTO Trade Facilitation Agreement untuk mendukung kelancaran rantai pasok vaksin Covid-19 dan barang terkait lainnya.

Dalam KTT informal ini, kata Retno, hadir juga Managing Director IMF, Kristalina Georgieva dan Executive Director of Health Emergencies Programme WHO, Michael Ryan. Dalam pernyataannya, IMF dan WHO menyebut bahwa situasi dunia masih penuh dengan tantangan baik dari sisi kesehatan maupun sisi ekonomi.

“Setelah tahun lalu mengalami pertumbuhan yang minus, maka proyeksi pertumbuhan dunia untuk tahun 2021 diperkirakan 6 persen. Namun, pertumbuhan tersebut tentunya akan dipengaruhi situasi pandemi ke depan. Masalah akses vaksin bagi semua negara mendapatkan perhatian dari dua pembicara dan do it together serta time of solidarity ditekankan oleh kedua pembicara tersebut,” jelas Retno.

Dalam seminggu terakhir ini, tambah Retno, jumlah kasus Covid-19 di tingkat global meningkat sekitar 15 persen. Direktur Jenderal WHO, lanjutnya, menyampaikan bahwa dunia sedang menghadapi peningkatan angka kasus dan kematian dalam empat minggu terakhir dan beberapa negara bahkan menghadapi kenaikan kasus lebih dari 100 persen.

Retno yang turut mendampingi Presiden saat mengikuti pertemuan tersebut menjelaskan bahwa KTT informal ini digagas Selandia Baru untuk membahas penanganan pandemi. KTT APEC, lanjutnya, biasanya dilakukan setahun sekali di sekitar bulan November sebagai bagian dari rangkaian APEC Economic Leaders Week.

Selain Menteri Luar Negeri, dalam pertemuan tersebut Presiden Joko Widodo juga turut didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung. (kris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.