Keseimbangan Pembangunan Ekonomi dan Lingkungan Disambut Positif Publik

Jakarta, BeritaJuara.id – Survei dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan mayoritas publik bersikap positif terhadap pemerintah dalam menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi dan masalah lingkungan.

“Mereka (publik/responden survei) percaya pemerintah dapat menjaga lingkungan, meski
mereka juga setuju bahwa pemerintah lebih memperhatikan pertumbuhan ekonomi,” jelas Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan dalam pemaparan hasil survei, Minggu (8/8/2021).

Indikator dari kesimpulan ini, jelas Djayadi, adalah ketika publik ditanya apakah Pemerintah sedang melakukan yang terbaik untuk menyeimbangkan
antara pertumbuhan ekonomi dan masalah lingkungan, sebanyak 7 persen sangat setuju, 69 persen setuju, dan tidak setuju 15 persen, dan sangat tidak setuju 18 persen.

Survei LSI ini digelar menggunakan kontak telepon, memakai metode simple random sampling, ukuran sampel basis sebanyak 1.200 responden, memiliki toleransi kesalahan (margin of error atau MoE) ±2.88% pada tingkat kepercayaan 95%.

Djayadi juga memaparkan temuan bahwa, masalah korupsi, lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi paling banyak mengundang keprihatinan yang tinggi dari publik
(sangat prihatin).

“Sedangkan untuk kerusakan lingkungan, demokrasi, dan perubahan iklim lebih rendah tingkat keprihatinan
dari publik,” jelasnya.

Kesimpulan ini dibuktikan dengan survei bahwa 44 persen publik sangat prihatin pada masalah korupsi, 49 persen prihatin, kemudian 4 persen tidak prihatin, dan hanya 2 yang sangat tidak prihatin.

Soal lapangan kerja, sebanyak 44 persen responden sangat prihatin, 53 persen prihatin, 2 persen tidak prihatin, dan 0 persen sangat tidak prihatin.

Adapun terkait Pertumbuhan Ekonomi, 43 responden sangat prihatin, 53 prihatin, 3 persen tidak prihatin, 0 persen sangat tidak prihatin.

Lantas terkait kerusakan lingkungan, 32 responden sangat prihatin, 61 persen prihatin, 5 persen tidak prihatin, dan 2 persen sangat tidak prihatin.

Yang juga menarik adalah terkait Demokrasi, ada 27 persen responden yang mengaku sangat prihatin, 55 persen prihatin, 12 persen tidak prihatin, dan 15 persen sangat tidak prihatin.

Ketika ditanya isu Perubahan Iklim, sebanyak 26 responden mengaku sangat prihatin, 65 responden prihatin, 7 tidak prihatin, dan 3 sangat tidak prihatin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.