Kepala BPOM : Vaksinasi Bisa Kurangi Risiko Pemburukan Kondisi Tubuh

Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Penny K.Lukito

Jakarta, beritajuara.id-Masyarakat diminta untuk tidak ragu mengikuti vaksinasi Covid-19. Sebab vaksinasi bisa mengurangi risiko pemburukan kondisi tubuh apabila terpapar Covid-19.

Demikian disampaikan  Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny K. Lukito, dalam konferensi pers kedatangan vaksin Covid-19 tahap ke-36 yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (13/8/2021).

“Kami mengimbau, mengajak masyarakat jangan ragu untuk vaksinasi karena dapat mencegah agar tidak terinfeksi dan menjadi saki. Kalupun kita terinfeksi, akan mengurangi resiko berat bila kita terpapar (virus corona) ini yang terus bermutasi,” ujar Peny.

Penny menjelaskan, BPOM selalu melakukan pengawasan dan pendampingan dalam proses vaksinasi Covid-19. Hal itu dimulai dari dari pengujian, pengkajian dan memastikan bahwa vaksin yang masuk ke Indonesia terjamin dari aspek keamanan, mutu dan khasiatnya

Penny memastikan semua vaksin yang akan digunakan dalam program vaksinasi Covid-19 di Indonesia telah melalui proses yang panjang dan mendapat persetujuan emergency use authorization (EUA) sebagai izin edar dan izin penggunaannya.

“Dalam proses pengkajian ini tentunya kami melakukan bersama-sama dengan tim ahlinya, ITAGI, dan juga para ahli terkait lainnya,” ujarnya sambil menambahkan saat ini BPOM telah menerbitkan EUA atau izin penggunaan darurat kepada enam jenis vaksin antara lain, Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna dan Pfizer.

Penny menambahkan sebelum didistribusikan setiap batch vaksin itu kembali melakukan pengawalan mutu melalui sampling dan pengujian di pusat pengembangan pengujian obat dan makanan BPOM. Ini dalam rangka memastikan mutu obat adalah berkualitas.

“Kami melakukan kegiatan pengawasan di jalur distribusi hingga pelayanan kewasanan, juga melakukan sampling pengujian, dalam rangka pengawasan mutu serta kejadian ikutan pasca imunisasi bersama Kementerian Kesehatan dan dinas kesehatan seluruh Indonesia,” jelasnya.

Penny menambahkan, pada Jumat hari ini Indonesia kembali menerima vaksin Coronavac produksi Sinovac dalam bentuk vaksin jadi sebanyak 5 juta dosis.

“Kedatangan vaksin ini menambah lagi jumlah vaksin yang tersedia untuk program pemerintah. Ini juga sudah lebih dari 185 juta atau mendekati 200 juta dosis (vaksin) yang sudah ada di Indonesia,” pungkasnya. (kris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.