Kebijakan Mudik Lebaran Mampu Memutar Roda Ekonomi Bangsa

Jakarta, BeritaJuara – Kebijakan pemerintah mengizinkan mudik atau pulang kampung selama periode libur lebaran 2022 mendapat banyak apresiasi lantaran terbukti mampu menghidupkan roda ekonomi.

“Kita menyampaikan apresiasi kepada pemerintah karena telah berani memutuskan orang boleh pulang kampung itu sesuatu hal yang positif bagi pengusaha,” kata Wakil Kepala Badan Moneter Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Aviliani dalam diskusi daring yang digelar FMB9 bertajuk “Uang Beredar, Ekonomi Berputar” pada Selasa (17/5/22).

Menurut Aviliani, kebijakan pemerintah ini memberikan signal positif bagi pengusaha dan pelaku ekonomi di dalam negeri.

Aviliani menilai Pelonggaran PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) ternyata mempercepat pertumbuhan ekonomi. Hal ini terbukti, dengan adanya perputaran uang yang cukup besar selama periode lebaran tahun 2022 ini.

“Karena memang kita melihat dengan tidak adanya PPKM, adanya pelonggaran yang cukup besar, itu akan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Dan ternyata memang terbukti. Bahwa dengan adanya pelonggaran ini, pertumbuhan ekonominya luar biasa, perputaran uangnya besar,” ujarnya.

Aviliani menyampaikan selama periode lebaran tahun ini, jumlah okupansi perhotelan meningkat 70 persen. Demikian pun pada konsumsi makanan dan minuman yang meningkat signifikan. Hal ini membuat penguasaha merasakan dampak positif yang signifikan dari kebijakan mudik tahun ini.

“Di perhotelan misalnya tingkat okupansinya meningkat menjadi 70 persen, kemudian makanan-minuman juga luar biasa. Jadi banyak pengusaha yang merasakan ada pertumbuhan yang signifikan, memang tidak seperti tahun 2019 kemarin. Namun paling tidak, pertumbuhan ini akan terakselerasi sampai akhir tahun,” bebernya.

Selain itu, Aviliani menyebut masyarakat memiliki ekpektasi terhadap pertumbuhan ekonomi di dalam negeri yang akan membaik ke depan. Sehingga keberanian untuk membelanjakan uang yang ada di bank itu terbukti. Jadi ekpektasi terhadap indeks kepercayaan konsumen itu menjadi penting.

“Ekpektasi terhadap indeks kepercayaan konsumen itu menjadi penting ketika mereka yakin, maka mereka mau membelanjakan uangnya. Dan itu terbukti, gitu,” terangnya.

Sebagai pengusaha, Aviliani menambahkan, juga melihat hal ini sebagai langkah positif. Dimana orang yang punya uang sudah mulai membelanjakan uangnya.

Walau dalam membelanjakan uangnya tidak sekadar dalam negeri, tapi juga sudah mulai pergi ke luar negeri. Nah, ada sebagian devisa juga keluar.

Untuk itu, Aviliani berharap agar pemerintah segera memperbaiki tempat-tempat wisata di dalam negeri. Hal ini bertujuan agar masyarakat tidak berencana melakukan perjalanan wisata ke luar negeri.

“Pemerintah harus segera memperbaiki dan menyiapkan tempat-tempat wisata di dalam negeri agar orang-orang tidak ke luar negeri untuk berwisata,” imbuhnya.

Berikutnya, Aviliani menambahkan, pada sisi pengusaha, utamanya di sektor industri pengolahan, juga mulai terlihat adanya peningkatan. Hal ini berarti, pengusaha juga mulai prepare terhadap produksi.

Pengusaha sendiri, jelasnya, sudah mulai prepare terhadap produksi gitu. Sehingga ini nantinya, tidak menyebabkan inflasi yang begitu besar. Karena demand itu yang tumbuh diikuti oleh pengusaha dari sisi suplai.

Menurut Aviliani, tiga hal ini yakni pemeriksaan, masyarakat dan pengusaha harus meningkatkan kerjasama. Sejauh ini, Aviliani melihat, konsumsi pemerintah belum berjalan maksimal.

“Saya melihat konsumi pemerintah belum meningkat secara signifikan. Ini mungkin yang perlu ditingkatkan. Dimana konsumsi pemerintah sebagai penggerak juga saya rasa penting untuk sektor-sektor yang bergerak belum begitu bagus,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.