Kawal Implementasi ASO, Meutya Hafid: DPR Bentuk Panja Digitalisasi Penyiaran

Jakarta, BeritaJuara – Ketua Komisi I DPR-RI Meutya Hafid menuturkan bahwa DPR akan mengawal implementasi Analog Switch Off (ASO) dan sudah dibentuk Panitia Kerja (Panja) Digitalisasi Penyiaran.

Meutya Hafid pun menyebut Pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk memastikan pelaksanaan program ASO berjalan dengan baik, sesuai dengan tahapan-tahapan yang telah direncanakan.

“Perlu ditingkatkan sosialisasi kepada masyarakat terkait digitalisasi penyiaran terutama penggunaan Set Top Box (STB) secara masif, inovatif dan kreatif,” ujar Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid.

Meutya sendiri ikut mengawasi program ASO, termasuk dalam Diskusi Publik Virtual bertajuk Sosialisasi Analog Switch Off (ASO) dan Seremonial Penyerahan Set Top Box (STB) di Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (21/4). Acara dihadiiri Staf Ahli Menkominfo, Rosarita Niken Widiastuti serta Ketua KPID Sumatera Utara, Mutia Atiqah sebagai narasumber.

Politikus perempuan Partai Golkar itu mengungkapkan migrasi penyiaran analog ke penyiaran digital adalah sebuah keniscayaan baik dari segi infrastruktur maupun layanan kebutuhan konsumen.

Berkaitan dengan pelaksanaan ASO agar berjalan dengan baik sesuai perencanaan tahapannya, Meutya Hafid mengatakan Komisi I DPR telah membentuk Panitia Kerja (Panja) Digitalisasi Penyiaran.

Panja Digitalisasi Penyiaran ini akan mendorong dan meminta Kemkominfo untuk memastikan mekanisme pendistribusian STB yang dilakukan bersama dengan penyelenggara multipleksing secara tepat sasaran dan tepat jumlah, khususnya pada tahapan verifikasi dan validasi data penerima bantuan Set Top Box  (STB).

“Termasuk juga melakukan pengaturan pembagian dan penentuan wilayah yang terdampak ASO terkait pendistribusian STB kepada penyelenggara Multipleksing agar tepat sasaran, tepat waktu dan tidak  tumpang tindih,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPID Sumatera Utara, Mutia Atiqah mengungkapkan ada sejumlah peluang dan tantangan dalam pelaksanaan program ASO. Salah satu peluangnya adalah, ASO akan banyak menciptakan lapangan kerja baru khususnya di bidang konten kreatif, production house serta UMKM. “Bisa jadi ini bangkitnya industri di bidang ekonomi kreatif,” katanya.

Mutia Atiqah menjelaskan tantangannya adalah bagaimana regulasi dan mekanisme pengawasan konten lokal serta kesiapan pemilik lembaga penyiaran di daerah.

Adapun Staf Ahli Menkominfo, Rosarita Niken Widiastuti mengatakan manfaat ASO juga akan dirasakan stasiun-stasiun penyiaran. ASO mendorong, efisiensi. Salah satunya penghematan penggunaan frekuensi siaran.

“Manfaatnya secara umum adalah akan menyehatkan industri telekomunikasi dan penyiaran, serta optimalisasi sumber daya yang terbatas seperti spektrum frekuensi radio,” kata Niken.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.