Jelang Hari Kemerdekaan, Pertamina Kuasai Wilayah Kerja Rokan

Presiden Joko Widodo bersama Menteri BUMN Erick Thohir, Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama, dan Dirut Pertamina, Nicke Widyawati

Jakarta, beritajuara.id-Sejarah besar terjadi di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Setelah 70 tahun dikuasai oleh perusahaan asing, Chevron Pasific Indonesia (CPI), kini tepat pukul 00.001 WIB Senin, 9 Agustus 2021, menjelang Hari Ulang Tahun ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia,  Menteri BUMN Erick Thohir dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati berhasil ‘menaklukan’ operasional Wilayah Kerja (WK) Rokan melalui Kontraktor Kontrak Kerja Sama Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Pada Minggu (8/8/2021) malam, acara Seremoni Alih Kelola WK Rokan diselenggarakan secara hybrid di Pekanbaru dan Jakarta. Para pemangku kepentingan WK Rokan terlihat hadir antara lain  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Tohir, pimpinan dan anggota Komisi VII DPR RI, Gubernur Riau Syamsuar beserta jajarannya, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, Direktur Utama CPI Albert Simandjuntak dan Direktur Utama PHR, Jaffe Suardin Arizona. Turut hadir pada acara tersebut adalah para Perwakilan Komisi Pengawas SKK Migas.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, mengatakan  sebagai induk usaha, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR)  menyampaikan pengelolaan WK Rokan oleh Pertamina menjelang hari Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan kebanggaan bagi Pertamina dan bangsa Indonesia serta wujud dukungan dari segenap bangsa Indonesia sehingga alih kelola berjalan dengan baik.

Untuk memastikan kelancaran proses alih kelola, kata Nicke, Pertamina melalui PHR juga telah membentuk Tim Transisi yang bertugas memastikan kelancaran  operasi, terutama di aspek subsurface, operasi produksi, project and facility engineering, operasi K3LL, hingga ke aspek sumber daya manusia, finansial , komersial, asset supply chain management serta IT.

“Hal yang tidak kalah penting dalam proses alih kelola ini, kami mengingatkan kembali mengenai high risk pengelolaan usaha migas, tidak hanya proses kehandalan tapi aspek HSSE (Health, Safety, Security and Environment) tetap menjadi perhatian kita semua,” tegasnya.

Nicke berpesan kepada seluruh manajemen dan pekerja PHR agar terus fokus menjalankan amanah dari Pemerintah untuk memberikan yang terbaik bagi negara, masyarakat dan bangsa melalui pengelolaan Blok Rokan agar dapat mewujudkan kemandirian dan kedaulatan energi Indonesia.

“Pertamina juga memiliki amanah lainnya, yaitu mendukung program pemerintah mencapai  produksi minyak mentah satu juta barrel oil per day (BOPD) dan 12 milyar standard cubic feet per day (BSCFD) di tahun 2030. Oleh karenanya, selain  kerja keras serta komitmen Pertamina, tentu juga diharapkan dukungan penuh dari Pemerintah Pusat dan daerah serta seluruh Stakeholder dan masyarakat untuk mewujudkan cita-cita mulia tersebut,” jelasnya.

Hingga akhir tahun 2021, PHR merencanakan pengeboran 161 sumur baru, termasuk sisa sumur dari komitmen operator sebelumnya. Untuk tahun 2022, PHR merencanakan pengeboran  kurang lebih sebanyak 500  sumur baru.

Komitmen ini merupakan komitmen investasi dan jumlah sumur terbesar di antara WK migas lain di Indonesia. Kegiatan pengeboran tersebut akan didukung dengan penyiapan tambahan 10 rig pemboran  sehingga secara total tersedia 16 rig pemboran serta 29 rig untuk kegiatan Work Over & Well Service yang merupakan mirroring dari kontrak sebelumnya. (kris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.