Jalankan Perintah Presiden, BIN Gelar Vaksinasi Khusus di Kalangan Pelajar

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan, ketiga dari kiri, mulai hari ini melakukan kegiatan vaksinasi di kalangan pelajar.

Jakarta, BeritaJuara.id- Kepala Badan Inteligen Negara (Ka BIN), Budi Gunawan, mengatakan lembaga negara yang dipimpinnya akan melakukan kegiatan vaksinasi khusus di kalangan pelajar SMP dan SMA. Per Minggu (18/7/2021) kemarin, total anak berusia sekolah terpapar Covid-19 mencapai 250 ribu orang.

Ka BIN, Budi Gunawan, mengatakan hal ini melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin (19/7/2021). “Program vaksinasi di kalangan pelajar ini merupakan upaya menyelamatkan bangsa,” ujar Budi.

Budi mengungkapkan, penularan di kalangan pelajar cenderung naik dan anak menjadi salah satu spreader (penularan) di klaster keluarga yang berkontribusi 85 persen dari total kasus positif di Indonesia.

Data pada Minggu (18/7/2021) kemarin, kata Budi, menunjukkan dari 2,9 juta total kasus positif terdapat 250.000 kasus anak. “Anak-anak kasus positif yang tertular meningkat, sehingga BIN fokus pada anak-anak SMP dan SMA, karena mereka adalah generasi yang harus diselamatkan sebagai penerus bangsa,” ujar Budi.

Pada Senin hari ini, Budi bersama tim kesehatan dan BIN  melakukan peninjauan langsung vaksinasi pelajar di dua  lokasi yakni di Kesatuan Junior High School Bogor, Baranangsiang, Bogor dan Islamic School Al Azhar BSD, Tangsel, Banten.

Budi menegaskan, kegiatan ini adalah atas perintah Presiden Jokowi, setelah sebelumnya para guru-guru divaksin. Ketika penularan Covid-19 dapat dikendalikan dan masyarakat telah beradaptasi dengan prokes 5 M, lanjutnya, maka proses belajar mengajar baik tatap muka atau dikombinasi dengan sistem belajar online dapat segera diterapkan.

Menurut Budi, prorgam vaksinasi ini dilandaskan pada pendekatan ilmiah, kemanjuran dan keamanan  yang telah melewati berbagai jenis uji. “Oleh karena itu diharapkan mampu memutus mata rantai penularan, memperkecil risiko klaster keluarga, dan mengurangi risiko fatal (kematian) jika terinfeksi Covid-19,” jelasnya.

Oleh karena itu, Budi menyarankan para orang tua dan para pelajar SMP-SMA tidak perlu takut dan khawatir dengan berbagai berita hoaks atau fake news yang beredar di dunia maya. Vaksin, lanjutnya, tidak hanya menyelamatkan diri sendiri tetapi juga orang lain.

Budi menambahkan saat ini belum ada jenis proteksi lain dalam menghadapi Covid-19 sebaik yang diberikan vaksin.

“Vaksinasi pelajar secara door to door yang dilakukan BIN merupakan salah satu upaya akselerasi program vaksinasi 3 juta dosis per hari sehingga diharapkan target herd immunity (kekebalan komunal) mencapai 70 persen pada akhir tahun 2021,” ujarnya.

Budi mengatakan kegiatan  vaksinasi massal untuk kalangan dewasa dan pelajar (SMP-SMA) ini dilakukan di beberapa titik di enam provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur dan Riau.

“Door to door vaksin yang dilakukan BIN mengadopsi metode vaksinasi yang digunakan beberapa negara seperti Afrika, Eropa, Filipina, Amerika Serikat, dan India. Ini merupakan solusi yang efektif dan efisien yang dapat membantu menekan laju penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Budi menambahkan kegiatan ini diawali dari Jawa Barat dan lima daerah lainnya di Jawa Tengah, Banten, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Riau. Daerah-daerah tersebut, lanjutnya, merupakan zona merah persebaran Covid-19.

 Selain vaksinasi door to door, kata Budi, dalam kegiatan ini juga sekaligus dilakukan penyaluran bansos (bantuan sosial) berupa sembako termasuk vitamin serentak di Banten dan Bogor. Dia menegaskan, pembagian bansos berupa sembako ini diharapkan dapat sedikit meringankan kesulitan akibat dampak ekonomi dari pandemi ini yang memiliki efek dramatis pada kesejahteraan banyak keluarga dan masyarakat.

Budi berharap kegiatan vaksinasi yang diikuti pembagian bansos oleh BIN bisa meringankan seikit beban keluarga yang terdampak Covid-19. (kris)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.