Gunung Merapi Erupsi, Pemerintah Minta Masyarakat Waspadai Bahaya Lahar Panas

Sleman, BeritaJuara – Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Sleman melakukan beberapa upaya penyelamatan pasca terjadinya awan panas guguran Merapi yang terjadi pada 9 Maret 2022, pukul 23.18 WIB,

Luncuran awan panas yang terjadi selama 10 kali sejak Rabu, 9 Maret 2022, pukul 23.18 WIB hingga Kamis, 10 Maret 2022, pukul 22.07 WIB, dengan jarak luncur 5 Km dan dilanjutkan luncuran 2 Km tersebut mengakibatkan hujan abu di sejumlah Kabupaten Jawa Tengah.

Luncuran awan panas guguran Gunung Merapi yang mengarah ke tenggara yakni ke arah Sungai Gendol, BPBD Kabupaten Sleman melakukan tindakan sesuai rekomendasi dari Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG ) terkait daerah bahaya 5 Km di wilayah Kapanewon Cangkringan.

Upaya yang dilakukan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPPD Sleman dibantu relawan di antaranya, mendampingi evakuasi mandiri warga.

Sebanyak 193 orang jiwa sudah dievakuasi mandiri ke titik kumpul di Teras Merapi dan pertigaan Kalitengah Kidul, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan.

Mereka yang dievakuasi terdiri dari kelompok rentan, di antaranya ibu hamil, anak-anak, lansia dan hingga kini masih dalam proses pendataan lebih lanjut.

Sementara sebagian warga Dusun Ngrangkah dan Pelemsari sudah dievakuasi ke titik kumpul Umbulharjo, Cangkringan.

Petugas dan relawan berharap masyarakat tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, dan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

Pemerintah Kabupaten Sleman melarang masyarakat dan para penambang pasir mendekati sungai-sungai berhulu Gunung Merapi. Di karenakan endapan awan panas juga terdapat di sungai yang berhubungan dengan Gunung Merapi, salah satunya Kali Gendol.

Masyarakat juga diminta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. (Yusep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *