Erick Thohir : “Demi Allah, Saya Tidak Mendorong Vaksinasi Berbayar”

Menteri Badan Usaha milik Negara (BUMN), Erick Thohir

Jakarta, BeritaJuara.id-Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengaku dirinya tidak terlibat dalam pembicaraan atau perencanaan kegiatan vaksinasi berbayar individu. Dia tidak tahu siapa yang mengusulkan program ini dan dirinya tidak pernah mendorong program vaksinasi berbayar individu ini.

Menteri BUMN, Erick Thohir, mengungkapkan hal ini dalam wawancara Majalah Tempo, edisi Senin (19/7/2021). “Demi Allah, saya tidak mendorong vaksinasi berbayar, saya selalu konsisten bicara vaksinasi gotong royong,” kata Erick.

Erick juga mengaku tidak tahu siapa yang mengusulkan program vaksin berbayar individu ini. “Kalau ada yang bilang ini ide saya, mari kita duduk di sini berdua sehingga enak menjadi gentleman,”ujarnya.

Erick mengatakan kalau dirinya selalu bicara vaksin gotong royong karena karyawan dibayar oleh perusahaan. Dia juga terbuka kalau ada opsi sistem individu yang di-rembuise ketika melakukan vaksinasi. Tetapi peraturan Menteri Kesehatan, lanjutnya, tidak berbunyi seperti itu.

Untuk membeli vaksin gotong royong, kata Erick, Bio Farma menggunakan dana cash flow perusahaan dan skema pembiayaan disiapkan oleh Himpunan Bank Milik Negara dan Maybank. Dan pihak swasta, lanjutnya, juga membayar uang muka 50 persen untuk mendapatkan vaksin gotong-royong ini.

Erick membantah dugaan program vaksinasi berbayar dibuat untuk menyerap vaksin Sinopharm yang sudah terlanjur dibeli oleh perusahaan tapi tidak pernah digunakan. Vaksin yang sudah terdistribusi sebanyak 1,5 juta dosis itu, lanjutnya, kedaluwarsanya sekitar Oktober-November.

Sementara pengiriman vaksin berikutnya, kata Erick, akan expired Desember 2021 atau Januari 2022. “Jadi ada waktu sekitar lima bulan sehingga aman,” jelasnya.

Erick mengatakan dirinya menghormati keputusan Presiden Joko Widodo membatalkan vaksinasi berbayar individu. Presiden, lanjutnya, pasti mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak dan kondisi di masyarakat, dan dirinya menghormati keputusan Presiden.

Meskipun membatalkan program vaksinasi berbayar individu, kata Erick, Presiden tetap menyetujui  vaksinasi gotong royong. (kris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.