Erick Thohir : BNI Fasilitasi Pelaku UMKM ke Pasar Global

Jakarta, beritajuara.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk atau BNI memiliki peran memfasilitasi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk menembus pasar global.

Menteri BUMN, Erick Thohir, menyampaikan hal ini dalam siaran pers sebagaimana ditayangkan dalam website BNI, Senin (9/8/2021).

Erick mengatakan dengan banyaknya kantor cabang di sejumlah Negara di luar negeri diharapkan BNI tidak saja memfasilitasi pelaku usaha besar tetapi juga pelaku UMKM.

Erick menambahkan BNI diberi pe­nugasan khusus untuk menjadi bank internasional-nya Indonesia. Ia memuji langkah BNI yang sudah membuka jalan bagi pelaku UMKM agar go global menembus pasar global melalui kantor cabangnya di Singapura, Hong Kong, Tokyo, Jepang, Seoul, Korea Selatan, London, Inggris, dan New York, Amerika Serikat. 

Selain membukan kantor cabang di luar negeri, kata Erick, terobosan lain BNI yakni Xpora, sebuah solusi bisnis bagi UMKM yang mulai merintis bisnis hingga yang hendak memperluas pasar.

Melalui Xpora ini, lanjutnya, BNI menggarap potensi perantau atau diaspora Indonesia agar naik kelas. Ia meyakini sinergitas antara diaspora dan BUMN, khusus BNI, akan memberi peluang bagi mereka naik kelas menjadi pengusaha di luar negeri.

Belum lama ini, Menteri BUMN mendo­rong keberadaan BNI di London agar dapat membantu diaspora pelaku UMKM serta pengusaha RI untuk mengembangkan usaha mereka di kawasan Inggris Raya dan Eropa.

Usaha Menteri BUMN ini turut mendapatkan dukungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London serta Indonesia Small-Medium Enterprises in The United Kingdom (ISME-UK). 

“Ini era baru, era digital. Jika mau belajar dan kolaborasi, kita bisa dapat peluang, akses modal, keterampilan, bahkan akses pasar baik di dalam dan luar negeri. Sebagai contoh, peluang bisnis bukan lagi andalkan tetangga sekitar sebagai pasar tetapi juga seantero Indonesia, bahkan ke tingkat global. Seperti yang dilakukan BNI, yang sudah membuka jalan bagi UMKM agar go global menembus pasar Eropa melalui London,” jelasnya Erick.

Sementara Direktur Utama (Dirut) BNI, Royke Tumilaar, menyebut saat ini, kredit di kantor cabang luar negeri BNI tercatat US$3,7 miliar, di mana 93% dari portofolio kredit merupakan Indonesia-related business.

Royke memastikan bahwa kantor cabang luar negeri BNI dapat berperan dalam pengembangan UMKM Indonesia yang merupakan nasabah BNI domestik.

Caranya, kata Royke, antara lain dengan memberikan layanan advisory, khususnya mengenai market insight, akses kepada potential buyer, regulasi lokal terkait custom and tax, dan lain-lain.

Royke mencontohkan salah satu pelaku usaha diaspora Indonesia yang hingga saat ini telah memperoleh fasilitas pembiayaan dari Kantor Cabang Luar Negeri BNI adalah Surya Trading Co., Ltd. – Hong Kong yang bergerak di bidang perdagangan retail makanan dan minuman.

Berkat dukungan dan total solusi perbankan yang disediakan oleh BNI Hong Kong, kata Erick, Surya Trading Co., Ltd. saat ini telah memiliki 11 toko / supermarket yang berlokasi di Hong Kong dan aktif melakukan suplai barang kebutuhan sehari-hari (terutama food and beverage) produksi Indonesia ke 80 toko afiliasinya di Hong Kong.  

“Untuk mendukung program tersebut, telah disiapkan skema pembiayaan khusus, dan kantor cabang luar negeri telah melakukan penjajakan terhadap potensi pembiayaan kepada UMKM diaspora di negara masing-masing. Ke depan, pembiayaan diaspora Indonesia akan menjadi sumber pertumbuhan baru di segenap kantor cabang luar negeri,” jelas Royke.

Royke mengatakan pihaknya menargetkan agar porsi pembiayaan UMKM meningkat dari 20,7% pada 2020 menjadi 30% pada 2024. BNI, lanjutnya, telah menyusun skema pembiayaan dengan memberikan beberapa relaksasi atas kebijakan kredit yang ditujukan bagi UMKM yang berorientasi ekspor, baik eksportir langsung maupun tidak langsung, termasuk kepada diaspora.

Royke menambahkan dalam menjawab tantangan membantu UMKM naik kelas dan go global, BNI berinisiatif untuk membentuk Xpora yang merupakan akronim dari ekspor dan diaspora yaitu one stop shopping solution BNI untuk memberikan layanan terintegrasi bagi mitra-mitra UMKM.

Royke menyebut saat ini Xpora sudah dilakukan piloting di 7 lokasi yaitu Medan, Jakarta, Bandung, Solo, Surabaya, Denpasar, dan Makassar. Ada tiga value utama yang menjadi pondasi dalam Xpora, yakni Go Productive, Go Digital, dan Go Global

Xpora memiliki delapan solusi utama untuk UMKM antara lain pelayanan cepat dan berkualitas,  peningkatan kapabilitas melalui edukasi, pendampingan, pengembangan UMKM dan akses kepada tool bisnis fintech, juga diagnostic bisnis, solusi keuangan mudah dan terintegrasi,  kemudahan akses pasar via kerja sama dengan e-commerce dan instansi pemerintah.

Selain itu, tambah Royke, aktivasi digital melalui kerja sama dengan Xpora partner dan pelayanan digital yang komprehensif, solusi transaksi nirtunai (cashless) via digital portal dengan akses mudah kepada channel e-banking, pemberdayaan bisnis ekspor dengan akses kepada inkubasi dan B2B matchmaking dengan potensial buyer nasabah BNI yang berada di Kantor cabang luar negeri, serta solusi dengan orientasi ekspor termasuk produk trade dengan biaya rendah. (kris)

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.