Duta Perubahan Perilaku Telah Mengedukasi 55 Juta Orang

Dr Sonny Harry B. Harmadi, SE,ME bersama dr.Andi Khomeini Takdir SpPD(K) saat mengikuti Dialog Produktif di FMB9ID_IKP, Rabu(28/7/2021)

Jakarta, beritajuara.id-Sejak tahun lalu hingga saat ini, jumlah Duta Perubahan Perilaku sudah mencapai 107.98 orang. Mereka telah mengedukasi 55 juta orang untuk taat megikuti protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Demikian disampaiakan Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Dr.Sonny Harry B.Harmadi, SE, ME, dalam Dialog Produktif yang ditayangkan di FMB9ID_IKP, Rabu (28/7/2021). “Sejak 7 Desember 2020 hingga hari ini, jumlah Duta Perubahan Perilaku telah mencapai 107.98 orang, yang telah mengedukasi 55 juta orang,” ujar Sonny.

Sonny menambahkan Duta Perubahan Perilaku ini melibatkan mahasiswa, pramuka, ibu PKK, satpol PP, tokoh agama dan masyarakat, penyuluh KB/sosial yang bekerja secara sukarela.

Para Duta, kata Sonny, telah membagikan 17,2 juta masker kepada masyarakat. Selama PPKM Darurat hingga PPKM Level 4 ini, lanjutnya, telah terjadi penambahan jumlah Duta Perubahan Perilaku sebanyak 13 ribu orang yang direkrut, dilatih dan diterjunkan ke masyarakat, di mana sekitar 2,7 juta orang telah mendapatkan edukasi langsung.

Duta Perubahan Perilaku, tambah Sonny, tersebar di 34 provinsi dan 427 kabupaten/kota. Mereka berkontribusi meningkatkan angka kepatuhan protokol kesehatan di masyarakat, khususnya dengan pemberlakukan PPKM sejak 3 Juli hingga saat ini. 

Dokter Konsultan RSDC Wisma Atlet, dr. Andi Khomeini Takdir SpPD (K), yang juga mengikuti Dialog Produktif mengatakan sebagai dokter dirinya tidak hanya membantu dan merawat pasien di rumah sakit tetapi juga mengurangi jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit.

Khomeini menyarankan penambahan jumlah anggota Duta Perubahan Perilaku di tiap daerah. “Kemenangan-kemenangan kecil bisa diraih. Ada titik terang di ujung lorong. Dibutuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk bersama mengatasi pandemi. Dengan menerapkan sila ketiga Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia, hal ini akan berikan hasil yang baik,” pungkasnya. (kris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.