Dukungan Erick Thohir Capres 2024 Terus Mengalir

BERDOA, Erick Thohir dalam sebuah acara bersama Presiden Jokowi

Jakarta, BeritaJuara – Dukungan publik terhadap sosok Erick Thohir untuk maju sebagai calon presiden (Capres) 2024 terus mengalir dan kian menguat.

Erick Thohir yang menjabat Menteri BUMN masuk tiga besar calon presiden (Capres) 2024 pilihan warga Nahdlatul Ulama (NU) dari hasil survei Center for Strategic on Islamic and International Studies (CSIIS).

Ketua Umum Pergerakan Rakyat Berdaulat, Wahab Talaohu, mengatakan ketiga nama kandidat yang menjadi pilihan warga NU melalui hasil survei CSIIS adalah Erick Thohir, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo

Menurut Wahab, Erick adalah kader NU yang merupakan aspirasi masyarakat Nahdliyin.

“Dari ketiga nama tersebut hanya Erick Thohir yang menyandang predikat sebagai Nahdliyin,” katanya.

Erick resmi menjadi anggota kehormatan Banser setelah melalui pendidikan dan pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser di Jakarta Selatan, pada 28 November 2021.

Menurutnya, dukungan pada Erick Thohir bukan semata didasarkan pada alasan sentimental atau primordial, tapi karena publik secara luas melihat rekam jejak, prestasi serta kinerjanya, sejak awal kiprahnya sampai mendapat kepercayaan dari Presiden Joko Widodo untuk menjabat sebagai Menteri BUMN.

Kita harus objektif, bahwa derasnya dukungan kepada Erick semakin kuat karena publik (khususnya Nahdliyin) melihat rekam jejak, kinerja, dan prestasi ET selama memimpin BUMN,” kata Wahab.

Reformasi dan transformasi yang dilakukan Erick di Kementerian BUMN dinilai menjadi terobosan besar yang berdampak positif bagi perekonomian nasional. Terbukti selama pandemi, BUMN tetap berdiri kokoh dan tetap bertahan.

“Selain itu, komitmen Erick untuk ‘bersih-bersih’ di tubuh BUMN dengan pemberantasan korupsi adalah sebuah langkah revolusioner yang mendapat kepercayaan publik,” katanya.

Wahab meyakini, Erick Thohir adalah sosok NU yang potensial dan dapat maju dalam kontestasi Pemilihan Presiden pada 2024 mendatang.

“Saya menilai, Erick adalah aset NU yang sangat potensial. Kehadiran beliau justru akan semakin memperkuat NU dan menambah “ghirah” perjuangan masyarakat Nahdliyin. Erick tidak punya beban masa lalu dan visioner dalam menatap masa depan,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.