Dukung Jokowi di G20, PDIP Ingin Tunjukkan Arah Politik Lingkungan Indonesia

Bali, BeritaJuara – DPP PDI Perjuangan (PDIP) memastikan menjadi partai politik yang mendukung Presiden Joko Widodo menampilkan komitmen Indonesia dalam transisi energi menuju ekonomi hijau kepada dunia. PDI Perjuangan memandang Indonesia perlu menjadi garda terdepan mengajak negara-negara maju dalam forum G20 untuk membangun tak hanya memikirkan ekonomi, tetapi harus seimbang dengan kelestarian lingkungan. 

Aksi PDIP itu direalisasikan dengan penanaman pohon mangrove dan cemara udang di Bali, yang menjadi lokasi penyelenggaraan G20 pada 2022. Bukan hanya itu, sejumlah kader partai se-Indonesia pun melakukan aksi serupa sebagai dukungan terhadap Pemerintahan Jokowi-KH Ma’ruf Amin. 

“Karena dengan kepercayaan kepada Indonesia untuk presedensi G20 tersebut, kami harus mendorong seluruh anak bangsa, terlebih bagi PDI Perjuangan sebagai partai politik untuk menyuarakan kepentingan nasional kita,” kata Hasto di sela-sela penanaman pohon mangrove di Kawasan Banyuwedang, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Minggu (22/1/2022).

Hasto menyadari ada tiga isu utama yang akan dibawa Presiden Jokowi pada forum G20. 

Pertama mengenai arsitektur kesehatan global, kedua soal transformasi ekonomi digital, dan ketiga terkait transisi energi menuju ekonomi hijau. 

Politikus asal Yogyakarta itu menyepakati gagasan Presiden Jokowi yang ingin mengajak 20 dengan perekonomian terbesar di dunia itu untuk melakukan agenda pembangunan yang lebih berkeadilan, mengedepankan kesetaraan, dan gotong royong khususnya mengatasi pandemi. 

“Namun, juga harus menaruh perhatian menjaga lingkungan hidup, di mana perhutanan daerah pantai dengan mangrove juga menjadi konsentrasi,” jelas Hasto. 

Hasto juga menyatakan komitmen penghijauan dengan menanam pohon tersebut tersebut sekaligus mengisi HUT PDIP dan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. 

Hasto menyatakan merawat pertiwi sesungguhnya merupakan kultur bangsa. PDIP pun mengajak masyarakat untuk merawat lingkungan, membangun sikap peduli kelestarian alam, dan menjaga kebersihan. 

“Rakyat juga memerlukan lingkungan yang hijau, yang bersih, yang menghasilkan oksigen bagi kehidupan, dengan menanam Itu akan menjadi bagian dalam menjaga keseimbangan alam raya,” kata Hasto.
 
Alumnus UGM itu juga menyatakan sejumlah daerah di Indonesia, seperti Bekasi, Karawang, dan Gresik, merupakan wilayah industri yang melupakan aspek-aspek keseimbangan alam. Bahkan, kata Hasto, Kalimantan Barat dan Papua beberapa waktu lalu terjadi banjir yang dahsyat. 

“Ini peringatan dari Yang Di Atas bahwa pembangunan yang memperhatikan faktor lingkungan ternyata sangat vital,” jelas Hasto. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.