‘Desa Sejahtera Astra’, Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha Membangun Masyarakat Desa

Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Kemendes PDTT, Harlina Sulistyorini saat hadir pada Launching Desa Sejahtera Astra (DSA) dan Kampung Berseri Astra (KBA) Tahun 2021 secara virtual, Rabu (28/7/2021) (Foto: dok.Kemendes PDTT)

Jakarta, beritajuara.id-Melalaui program Desa Sejahtera Astra, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bekerjasama dengan PT Astra Internasional tbk membangun ekonomi dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM)  masyarakat di sejumlah desa di tanah air.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Kemendes (PDTT), Harlina Sulistyorini saat hadir pada Launching Desa Sejahtera Astra (DSA) dan Kampung Berseri Astra (KBA) Tahun 2021 secara virtual, Rabu (28/7/2021).

“Semoga ke depannya program ini secara konsisten dan berkelanjutan dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan ekonomi dan pengembangan SDM desa,” ujar Harlina.

Menurut Harlina, kerjasama yang tertuang dalam program Desa Sejahtera Astra (DSA) tersebut merupakan bentuk kolaborasi berkesinambungan terkait pembangunan desa, antara pemerintah dan dunia usaha.

Harlina mengatakan setidaknya terdapat 175 desa yang menjadi target pembangunan desa bersama PT Astra International Tbk tahun ini. Sedangkan sebelumnya, pada tahun 2019, program DSA ini telah menyasar sebanyak 645 Desa, dilanjutkan pada tahun 2020 sebanyak 105 desa.

Harlina menambahkan program DSA tahun ini memproyeksikan pada pengembangan produk unggulan desa yang berorientasi untuk ekspor, penguatan offtaker dan jaringan pemasaran, serta memastikan keberlangsungan rantai pasok produk. Adapun proyeksi pengembanagn produk tersebut  didasarkan pada potensi produk unggulan di masing-masing desa.

“Harapannya ini dapat menjajdi salah satu alternatif pemecah isu dalam menghadapi tantangan pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi global covid-19 saat ini,” ujarnya.

Harlina mengapresiasi keikutsertaan berbagai unsur elemen masyarakat yang turut andil dalam memberikan program pelatihan dan pendampingan bagi masyarakat yang terlibat, baik dalam bentuk pelatihan hardskill, quality control product, manajemen keuangan keluarga, pendampingan kelompok usaha, serta monitoring dan evaluasi.

“Program DSA ini diharapkan dapat menjadi suatu percontohan bagi program kegiatan lainnya. Dan pengembangan perluasan lokus intervensi perlu dilakukan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak desa di Indonesia,” ujarnya. (kris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.