Angkasa Pura II Fokus Beradaptasi Terhadap Global Megatrends

Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tengerang, Banten

Jakarta, beritajuara.id-Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhamad Awaludin, mengatakan saat ini AP II mengelola 20 bandara dengan rincian 12 bandara di Sumatera, enam bandara di Jawa, dan dua bandara lainnya di Kalimantan. Menurutnya,  AP II saat ini fokus membuat perusahaan semakin adaptif terhadap global megatrends.

Demikian disampaikan Muhammad Awaludin dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (15/8/2021).  “Bermula dari mengelola Bandara Soekarno-Hatta, AP II melalui sejumlah perjalanan transformasi, mempertahankan konsistensi untuk terus tumbuh dengan semangat kolaborasi dan kerja keras, hingga kini mengelola 20 bandara dengan terus menunjukkan kemajuan dan peningkatan usaha yang pesat dalam bisnis jasa kebandarudaraan,” ujar Awaludin.

Menurutnya, peningkatan usaha AP II tidak lepas dari implementasi konsep adjacent business untuk menciptakan pasar baru melalui lini bisnis lain, seperti di bidang properti, digital, hingga strategic partnership.Melalui perluasan usaha, lanjutnya, AP II tidak hanya bergantung bisnis aeronautika saja tetapi juga memiliki bisnis non-aeronautika yang dapat diandalkan.

Sejalan dengan berkembangnya bisnis, infrastruktur, dan layanan, kata Awaludin, bandara-bandara AP II juga telah mendapat berbagai pengakuan dunia. Salah satunya adalah terus membaiknya peringkat Bandara Soekarno-Hatta di daftar Top 100 World’s Best Airport dari Skytrax.

Pada 2016, kata Awaludin, Bandara Soekarno-Hatta berada di peringkat 63, lalu naik ke peringkat 44 (2017), peringkat 45 (2018), peringkat 40 (2019), peringkat 35 (2020), dan pada 2021 naik ke peringkat 34.

Bandara Soekarno-Hatta, lanjutnya, hanya membutuhkan waktu 5 tahun untuk naik 30 peringkat dan menempati posisi 34 seperti saat ini. Ia optimistis peringkat Bandara Soekarno-Hatta akan terus mengalami perbaikan seiring dengan transformasi yang sedang dijalankan.

Menurut Awaludin, AP II saat ini  sedang menjalani transformasi digital, yaitu Transformation 1.0 pada 2016–2020, dan Transformation 2.0 di 2020–2024 dengan tema The Great SHIFT 2024 guna fokus membuat perusahaan semakin adaptif terhadap global megatrends. (kris)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *