2 Minggu Terakhir, BOR dan Kasus Aktif Covid-19 Menurun

Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Jakarta

Jakarta,-beritajuara.id-Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, mengatakan selama 2 minggu terkahir terjadi penurunan kasus positif dan positivity rate pada tingkat keterisian tempat tidur isolasi atau bed occupancy ratio (BOR) dan kasus aktif dan bahkan secara bersamaan penurunan ini terjadi di 14 provinsi.

“Penurunan nyata terlihat pada penurunan BOR di Wisma Atlit yang saat ini persentase huniannya di angka 31,34%,” Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Selasa (3/8/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Menurut Wiku, secara nasional angka BOR mingguan sebelumnya sempat mencapai 77,07% pada 11 Juli 2021. Namun secara perlahan menunjukkan menjadi 75,91%, turun lagi menjadi 70,62% dan di minggu terakhir menurun lagi menjadi 61,95%.

Penurunan ini, kata Wiku, sejalan dengan penurunan kasus aktif selama 2 minggu terakhir. Sebelumnya kasus aktif sempat mencapai 18,84% menjadi 18,12%, terus turun menjadi 15,55% per 1 Agustus 2021.

Wiku menambahkan di tingkat provinsi, penurunan kasus aktif dan BOR secara bersamaan terjadi pada 14 provinsi di antaranya Lampung, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara dan Papua Barat.

Selain itu, kata Wiku, provinsi lain juga mencatatkan penurunan BOR yang signifikan seperti DKI Jakarta sebesar 21,55% dan Banten yang turun 20,57% dalam 1 minggu terakhir.

“Saya apresiasi capaian ini, karena ini artinya pemerintah daerahnya mampu menekan beban berat tenaga kesehatan yang bertugas di rumah sakit selama beberapa minggu terakhir,” ujarnya.

Penurunan BOR dan kasus aktif ini, kata Wiku, menunjukkan upaya penanganan bersama yang sangat baik dan harus dipertahankan. Karena di tengah ancaman virus Delta, lanjutnya, tidak mengurangi semangat  pemerintah dan masyarakat dalam upaya kolaboratif  mengatasi pandemic Covid-19 ternyata efektif.

Menurut Wiku,  Satgas Penanganan Covid-19 terus menyoroti perkembangan kasus aktif dan BOR untuk sebagian pulau di luar Jawa – Bali.

 “Terjadi kenaikan di sebagian besar provinsi di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Di Pulau Sumatera, kenaikan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Bangka Belitung dan Bengkulu,” jelasnya.

Sedangkan Pulau Kalimantan, kata Wiku, kenaikan terjadi di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara. Sedangkan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, lanjutnya, menunjukkan kenaikan pada salah satu indikator. Sementara di Pulau Sulawesi, kenaikan terjadi di Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Gorontalo dan Sulawesi Barat.

Di Pulau Jawa, kata Wiku, juga masih ada di DI  Yogyakarta yang kasus aktifnya belum menunjukkan penurunan. Sedangkan Bali, lanjutnya, meskipun kasus positif menunjukkan perbaikan, namun untuk kasus aktif dan BOR belum menunjukkan perbaikan.

Wiku menambahkan dalam melihat perkembangan COVID-19 dapat dilihat dari kasus positif, positivity rate, kasus aktif dan BOR. Penigkatan BOR, lanjutnya, terjadi karena masih meningkatnya kasus positif, positivity rate dan kasus aktif.

“Artinya orang yang membutuhkan perawatan rumah sakit masih terus meningkat dan kesembuhan belum cukup mengurangi kasus. Meningkatnya BOR mengindikasikan penanganan yang harus segera ditingkatkan,” jelasnya.

Wikur meminta kepala daerah dan masyarakat di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi untuk terus memantau perkembangan COVID-19 di wilayahnya. Ia meminta melakukan perbaikan penanganan dari hulu ke hilir dan sebisa mungkin menekan penularan di masyarakat.

“Manfaatkan momen perpanjagan PPKM untuk perbaikan kedepan. Apabila penurunan kasus dapat secara merata, bukan tidak mungkin kita semua dapat lepas dari jeratan COVID-19,” ujarnya. (kris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.