10 Tahun Terakhir, Kontribusi BUMN Untuk Negara Rp 3.295 Triliun

Jakarta, BeritaJuara.Id- Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengatakan selama 10 terakhir BUMN telah memberikan kontribusi kepada negara sebesar Rp 3.295 triiliun. Kontribusi BUMN itu terdiri atas pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB), dan deviden.


Kontribusi Kementerian BUMN kepada negara ini disampaikan Erick Thohir saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (8/7) lalu. “Kontribusi sebesar Rp 3.295 itu terdiri atas pajak sebesar Rp 1.872 triliun, PNBP sebesar Rp 1.035 triliun, dan dividen sebesar Rp 388 triliun,” ujar Erick.


Dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI itu, Erick juga menjelaskan tentang Penyertaan Modal Negara (PMN) merupakan salah satu instrumen yang dibutuhkan BUMN dalam menjalankan penugasan pemerintah. Diacmenyebut nilai PMN yang diberikan jauh lebih kecil daripada kontribusi yang diberikan BUMN kepada negara.


“Kalau kita lihat, dalam 10 tahun terakhir, BUMN berkontribusi sebesar Rp 3.295 triliun yang terdiri atas pajak sebesar Rp 1.872 triliun, PNBP sebesar Rp 1.035 triliun, dan dividen sebesar Rp 388 triliun. Kita bandingkan dengan PMN yang diberikan adalah empat persen atau Rp 147 triliun dari 2011-2020,” ujar Erick.


Erick menyebut suntikan PMN dan dividen pada periode 2020 hingga 2024 justru relatif seimbang. Dia menjelaskan hal ini tak lepas dari banyaknya penugasan yang diberikan kepada BUMN selama ini. Hampir 81 persen PMN, lanjutnya, digunakan untuk melaksanakan penugasan pemerintah dan 6,9 persen untuk restrukturisasi. “Yang terpenting pada 2017-2018 yang seharusnya ada PMN untuk pembangunan jalan tol trans Sumatera itu angkanya sangat kecil sehingga porsi (PMN dan dividen) menjadi seperti 50:50,” jelas Erick.


Erick menyampaikan dividen BUMN pada 2020 tercatat hanya sebesar Rp 43 triliun. Sementara dividen untuk tahun ini ditargetkan mencapai Rp 30 triliun atau Rp 35 triliun dari target semula yang Rp 40 triliun. “Tahun ini insyaAllah peningkatan Rp 30-35 triliun. Ini belum fix, tapi kita upayakan dan kami berupaya dengan sekuat tenaga, tentu dengan kondisi pandemi tetap kita akan berikan dividen tahun depan paling tidak sama dengan target tahun sebelumnya yaitu Rp 40 triliun,” ungkap Erick.


Sementara itu, Nusron Wahid dari Komisi VI DPR RI menyampaikan untuk menciptakan legacy bersama antara pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN dan DPR, serta mengurangi beban BUMN pada masa lampau, maka Komisi VI mengusulkan agar semua RDI dan SLA di semua BUMN dikonversi saja menjadi PMN.

Sehingga semua bukunya BUMN ke depan, lanjutnya, menjadi sehat dan kredibel.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Aria Bima, dalam pandangannya berpendapat penugasan yang diberikan kepada BUMN tidak boleh membuat BUMN rugi. Dan anggaran yang diberikan kepada BUMN dlm bentuk PMN yang awalnya berasal dari K/L, lanjutnya, adalah anggaran utk penugasan-penugasan yang diberikan oleh pemerintah. (kris).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *